SANTRI GONDAL-GANDUL - TALBIYAH CINTA (10)

SANTRI GONDAL-GANDUL - TALBIYAH CINTA (10)




Sebagian besar keunggulan dihasilkan oleh kebiasaan yang positif (William Paley)

Selama nyantri, kami mendengar informasi ngawur yang tidak rasional dan tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya bahwa berkain sarung tanpa celana dalam akan meningkatkan vitalitas seksual laki-laki. Informasi ngawur itu, sialnya didukung oleh fakta-faktaan yang juga ngawur belaka: para Kyai terbiasa berkain sarung tanpa celana dalam sehingga vitalitasnya tinggi dan mempunyai banyak anak. Meskipun ngawur, kami percaya. Minimal oleh tiga faktor. Pertama, karena anak para Kyai memang umumnya banyak. Kedua, karena masa itu adalah pubertas sehingga apapun saja yang berkaitan dengan peningkatan kejantanan, kami merekamnya dengan begitu telanjang. Ketiga, informasi ini berhubungan dengan kebiasaan Kyai.

Alasan terakhir ini paling dominan di kalangan santri. Mungkin ada faktor lain yang luput dari analisa saya, tetapi yang jelas, banyak di antara kami yang menjalankan ’laku’ vitalitas itu, termasuk saya. Untuk mereka yang melakukan itu kami menamakan santri gondal-gandul. Latarbelakang pemberian nama itu jelaslah bagi Anda. Untuk itu tidak akan saya perjelas lagi.

Laku gondal-gandul itu demikian melekat di benak kami sebagai kebiasaan yang benar-benar memperbesar alat vital sekaligus meningkatkan daya tahan seksual. Rasionalisasinya mungkin terjadi ketika alat vital itu gondal-gandul bergerak ke kanan dan ke kiri menyentuh paha. Benturan dengan paha itulah yang menimbulkan kesan besar, jantan dan gagah sehingga informasi ngawur ini menjadi masuk akal dengan begitu sempurna.

Berbagai latarbelakang mungkin benar atau sekedar pembenar. Tetapi kebiasaan gondal-gandul itu masih sering kami lestarikan hingga kini. Dan di kost kami, semua penghuninya adalah santri, tepatnya mantan santri. Begitulah santri, apapun yang berkenaan dengan Kyai, absah untuk menjadi hukum. Kebiasaan yang menjadi hukum itulah yang melahirkan dua kisah tragis berikut:

Pertama, kisah tentang shalat gaya katak. Adalah Rosidi yang di dalam darahnya mengalir naluri bela diri yang tinggi. Naluri ini merasuk demikian kuat ke dalam alam bawah sadar sehingga tidak ada di antara kami yang berani membangunkan tidurnya dari dekat. Ia bisa langsung melemparkan tendangan Katak Melempar Tubuh atau pukulan Cakar Harimau begitu ada benda asing yang mengusik tidurnya. Selama di pesantren memang dia berhasil berpencak silat hingga melati empat. Dan di antara jurus andalan adalah Katak Melompat. Pada waktu-waktu luang, Rosidi masih berlatih jurus Katak Melompat itu dengan baik. Dalam kondisi prima, lompatannya bisa sejauh tiga meter.
Tapi tahukah Anda, ada gerakan shalat yang mengadopsi jurus pencak silat? Inilah faktanya.

Melihat Rosidi shalat berkain sarung tanpa celana dalam, bak guru silat yang ingin menegur muridnya, saya ambil karet gelang yang paling kuat. Saya tunggu dengan seksama hingga gerakan sujud. Begitu sujud dia, itulah saat yang tepat. Sekuat tenaga karet gelang saya tarik dan saya lepaskan tepat di selangkangan. Dan ups, hasilnya dasyat: sujud shalat Rosidi menjadi temuan baru dalam ranah fiqh karena disertai dengan sebuah gerakan melompat ke depan. Memang tidak sejauh tiga meter, mungkin Rosidi masih menyimpan rasa sungkan dengan Tuhan. Tapi hal sujud melompat itu menjadi catatan penting dalam perjalanan kami.

Kisah kedua, dan inilah bentuk karma yang disediakan kehidupan untuk manusia. Setiap butir kebaikan atau kejahatan akan mendapatkan balasannya. Keisengan saya bukan hanya Rosidi yang ingin membalasnya, Tuhan pun nampaknya gerah ingin menjebak saya. Saya simpulkan ini karena kalau hanya Rosidi yang merencanakan makar, tak sedasyat itu hasilnya. Tuhan pasti ada di belakang kawan dari Ngawi itu.

Alkisah, Rosidi membeli celana pendek baru di Depok. Warnanya coklat. Sebagaimana nasib orang gemuk, celana itu terasa sempit di selangkangan. Hanya dengan jongkok sebentar saat mencuci piring, terciptalah lubang menganga tepat di selangkangan celana. Sebelum sempat dijahit, celana baru itu parkir di gantungan balik pintu. Saya pulang kerja dengan niat baik membeli meja belajar agar para penghuni kost bisa menulis dan mengetik dengan nyaman. Tetapi niat baik saja ternyata tidak cukup bisa menghapus karma.

Tidak ada celana bersih lain, mata saya menatap celana pendek coklat yang menggantung lebih dari dua bulan di balik pintu. Tanpa pikir panjang, sembari terapi vitalitas ala santri gondal-gandul, saya kenakan celana itu naik angkot ke toko Barbeku (barang bekas berkualitas) di Sawangan. Saya memang ingin cepat membeli meja itu sebelum pembeli lain mengambilnya. Tetapi ketergesaan saya sesungguhnya karena ingin memberikan kejutan untuk teman-teman kost. Sebelum mereka pulang, meja itu sudah harus ada di rumah.

Dan terjadilah apa yang terjadi. Di dalam angkot 03 (Depok-Parung) saya duduk menghadap pintu, tepat di belakang sopir. Format tempat duduk yang saling berhadapan dan posisi saya yang tepat di depan pintu membuat saya yakin bahwa ini ada campur tangan Tuhan membalas kelancangan saya membantu Rosidi menciptakan fiqh shalat versi lompat katak. Saya belum curiga ketika satu persatu penumpang di depan saya pindah tempat duduk ke samping saya hingga Tuhan pula yang menunjukkan. IA yang mulai dan IA yang mengakhiri. Begitulah Tuhan, betapapun geramnya IA kepada saya, masih ada kasih sayang yang ditumpahkan: angkot itu berlari begitu kencang dan angin masuk ke mobil begitu deras. Derasnya menyadarkan saya. Dingin-dingin yang terasa masuk tanpa penghalang ke selangkangan, menegur ketololan saya..!

Uh, andai Tuhan tidak segera menggerakkan mobil itu lebih kencang, pasti tontonan gratis itu berlangsung lebih lama. Ternyata Rosidi tidak perlu melakukan apa-apa untuk membalas saya dengan malu yang tiada tara. Terbuktilah bagi saya, bermain-main dengan shalat, fatal pula akibatnya.
Share Product :
Terima kasih Anda telah membaca artikel SANTRI GONDAL-GANDUL - TALBIYAH CINTA (10), Disclaimer: Artikel, gambar ataupun video yang ada di blog ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain, dan Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber lain tersebut. Jika kami salah dalam menentukan sumber yang pertama, mohon beritahu kami dengan memberikan komentar yang bijak di bawah ini.

2 komentar:

  1. Judulnya bikin aku ngakak bang..gokil abiz abang nih...hahahahyy

    BalasHapus
  2. Syahid widi...... tulisanmoe dari dulu telah memikatkoe...

    BalasHapus

 
Support : Souvenir Pernikahan | Souvenir Ulang Tahun
Copyright © 2013. Lentera Pengetahuan - All Rights Reserved
Responsive by Mas Yadi Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger